Rani itu cantik. Terutama kalau rambutnya sedikit diikat ke belakang dan pakai baju terusan warna merah.
Dan beberapa hari sebelum kami pulang, Rani menulissurat. Saya bacakan malam-malam, di depan majelis teman-teman sub unit 3 di ruang tamu:
Suratuntuk KKN
Dari: Rani
Ass.wr.wb.
Kepada yang terhormat KKN di gunungan saya ingin memberikansuratini untuk semua kkn di gunungan. Karena sudah meninggalkan dari masjid Baiturrahman dan desa gunungan. Saya terima kasih telah mengajar kami dengan baik dan bergembira. Saya ingin memberi gambar untuk kkn ppm ugm di bawah ini. Lihatlah di bawah ini!
(selengkapnya lihat foto)
Gayabahasanya, kalau dibaca-baca lagi, memang agak aneh. Hehehe. Saya tidak merubah apa pun lho. Tanda baca dan besar-kecil huruf pun saya tulis seadanya.
Rani memberi gambar pohon yang tersambung tangkainya, di mana di setiap ujungnya terdapat daun yang bertuliskan nama-nama kami. Saya tidak tahu maksudnya. Mungkin kalau ketemu lagi akan saya tanya ke Rani langsung.
Masih banyak surat-surat perpisahan yang ditulis untuk kami.Adayang untuk kkn, ada yang khusus orang per orang. Tapi yang khusus orang per orang inipun isinya sama, hanya diganti nama. Haha. Mungkin soalnya, yang mengirim juga sama, yaitu Winda Amelia.
Seperti inilah surat untuk saya dari Winda, yang isinya, amplopnya, dan bahannya sebelas dua belas dengan surat untuk yang lain:
Suratuntuk KKN
Yang terhormat kakak KKN
Untuk: A Kak Arif Bahktiar
Assalammualaikum warohmatullohi wabarokatu
KakABterima kasih. Karena sudah mengajar kami dengan sabar. Kak Ab jangan menyesal telah memberi ilmu. Kami sangat berterima kasih dan Kak Ab jangan menyerah dan putus asa. Kak Ab jangan lupa beribadah dan ingatlah Allah SWT. Kak Ab jangan lupakan kami. Kami juga tidak lupa Kak Ab. Kak Ab mau pulangkanbesok jangan lupa kesini lagi. Kami doakan semoga sukses.
Wasalammualaikum warohmatullohi wabarokatu
Hmmm, makasih ya. Saya dinasehatin tuh. Saya menyesal bahwa saat saya tidak ingat Allah, kok ya anak-anak sampai tahu. Apa yang telah saya lakukan sebenarnya?! Astaghfirullah…
Anak-anak dusun lain tidak mau kalah.
Kado perpisahan dari anak-anak Jelok, dari daerah paling terpencil dari desa, adalah tiga buah kaset VCD dengan tiga tipikal yang berbeda: 1. Kaset + video SUPER POP 2 dangdut barakatak (Anda sebaiknya tidak perlu liat. Atau kalau pengen liat, pas buka puasa. Hahaha) 2. Tilawatil Qur’an Terbaik (bernuansa religius) 3. Album Gedung Tua dari pedangdut lawas Rana Rani (dengan lagu unggulan yang tertulis di sampul: Gedung Tua, Bara Cinta, Dosa Masa Lalu).
Saya menebak-nebak apa yang mereka pikirkan mengenai kami bertiga (saya,Lido, dan Imul) dan menyambungkan beberapa kemungkinan dengan tiga kaset tersebut.
Barangkali rahasianya seperti ini: mereka melihat saya pas sekali dengan lagu-lagu lawas karena saya memang penggemar lagu-lagu lawas (dangdut atau tidak, heheh); album tilawatil qur’an khusus untuk Lido yang pernah mengajari mereka adzan dengan intensif + suara mendayu merdu; sementara dangdut barakatak dengan video klip penuh goyangan merepresentasikan Imul yang banyak polah.
Tentu itu hanya tebakan. Saya belum tahu, sama seperti kami tidak selalu tahu apa rahasia Tuhan dengan setiap pertemuan, dengan setiap perpisahan. Bagaimana kita bisa begitu dekat, mungkin karena kita sama-sama mencintai hidup.
Terima kasih, terima kasih banyak. Kami akan kangen kalian. Pasti kangen.
.
*) Akhirnya, pewarisan dari ketiga kaset CD: dangdut barakatak Super Pop 2 diwariskan kepada Ridwan, Tilawatil Qur’an ditaruh di kontrakan Dhani, sementara album Gedung Tua saya bawa.
Foto: Surat-surat yang sudah dibuka.
Foto: Surat dari Winda Amelia.

