Catatan 26 – 10 Orang Indonesia yang Gagal Sahur di Hari Kemerdekaan

Posted: August 26, 2011 in Uncategorized

Catatan ini adalah cerita tentang rekor yang patah, dengan intro yang agak panjang.

Di dusun tempat kami KKN masih ada tradisi tirakatan menyambut Hari Kemerdekaan. Isi acaranya, kami tanya-tanya, ya cerita perjuangan dari orang-orang tua yang ikut berjuang. Nampaknya seru nih. Tapi kemudian saya bertanya-tanya, kalau orang-orang tua yang ikut berjuang dalam masa kemerdekaan itu sudah meninggal nanti, acara tirakatan mau diisi apa? Cerita perjuangan dari orang ke-II, yang tidak terlibat langsung? Kayaknya aneh.

Baiklah, kita ganti cerita.

Seperti biasa, kami diminta turut membantu tirakatan, yaitu masalah LCD buat nonton film. LCD ini rencananya dipakai di sore hari dan malam hari. Di sore hari untuk anak-anak pas TPA, sementara kebiasaan tirakatan di sini pada malam harinya ternyata hanya khusus untuk bapak-bapak dan ibu-ibu.

Setelah sukses mendapat LCD, problem yang timbul: sound. Tidak ada speaker. Dalam sesi nonton film Ice Age 3 untuk TPA, anak-anak pada berlarian kesana kemari. Yang memperhatikan film hanya segelintir anak yang duduk di depan-depan. Mungkin beberapa anak kecil hanya tertarik gambarnya, belum bisa membaca, apalagi membaca cepat terjemahan dialognya.

Malam hari, film yang disetel berjudul Merah Putih. Masalah sound ini cukup teratasi dengan memakai salon Pak Dukuh di rumah. Tapi korban dari ujicoba suara ini adalah laptop milik Yuri dan Cinthya. Mungkin karena kaget dengan tegangan, ketika kabel disambungkan ke laptop, laptop jadi mati. Beberapa lamanya tidak bisa hidup, padahal baterai masih ada. Sampai akhirnya bisa hidup, dua laptop naas tersebut tidak bisa mendeteksi baik kabel data, modem, maupun flashdisk. Sakiiiit!

Akhirnya, kabel dari salon tidak langsung disambungkan ke laptop. Tapi salon disambungkan ke mix, dan mix secara manual didekatkan di speaker laptop. Sukses!

Acara tirakatan itu sendiri selesai pukul 22.30, dan langsung dilanjutkan dengan makan-makan. Sampai di rumah, saya pikir rugi kalau LCD tidak dipakai lagi. Mumpung ada, saya dan Lidoberinisiatif menonton Tanah Air Beta di ruang tamu, menggunakan sorot LCD dan tentu saja salon biar suaranya manteb (cara penggunaan mix hampir sama, saya dan Rindi bergantian memegangi ke dekat speaker laptop). Yang ikut menonton, absen: saya,Lido, Imul, Yuri, Bapak, Mamak, Rindi, Pak Hardi (tapi cuman bentar). Jadilah malam itu berakhir dan tidur pukul 01.00 WIB.

Tapi inilah yang terjadi selanjutnya setelah begadang: 10 orang penghuni pondokan tidak ada yang bangun sahur!

Jujur, itulah pertama kali dalam hidup saya, saya tidak makan sahur di bulan Ramadhan. Ternyata rekor itu terpatahkan bukan saat sendiri, berdua, atau bertiga, tapi saat saya…bersama 7 makhluk dan Bapak-Mamak yang baik hati!

Ya sudahlah, saya masih beruntung karena di malam tirakatan makan dua kali. Meskipun kecewa, tapi kami tertawa-tawa saja.

Sekilas info: yang perempuan, setelah terdengar suara sedih dari kamar karena waktu sahur terlewat, langsung melanjutkan tidur lagi, dan berhasil sholat subuh di angka sekitar jam 06.00 WIB.

Salam PPM!

Foto: 10 orang Indonesia yang gagal sahur di Hari Kemerdekaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s