Dikunjungi dapat berarti banyak hal.
Dalam masa KKN, beberapa kunjungan yang menarik dibahas adalah kunjungan dari teman dekat. Di pondokan kami, ada kunjungan teman SMA, yaitu Wahyu, Ermi, dan Yulia. Mereka bertiga datang saat kami sedang tidak ada di pondokan: sedang ada lomba TPA di masjid.
Saat pulang ke pondokan, kami ngobrol-ngobrol sebentar, lalu ganti menuju pondokan sub unit 2 di Dusun B. disanaada Remy (yang malah tidur), Ridwan (yang tidur tapi kemudian bangun), Epe (yang sedang sibuk dengan laptop), serta Aruf.
Kunjungan lain yang tidak kalah penting dan terkait program adalah kunjungan Pbw dan Inna. Keduanya ─penggemar tepung sukun dan mendirikan usaha kue dari tepung sukun─ hadir sebagai pembicara dan trainer dari beberapa pelatihan program pokok tema kami.
Tema kami adalah UKM produk makanan lokal. Sementara Pbw dan Ina merupakan mahasiswa berprestasi dari jurusan Gizi Kesehatan UGM. Dua hal itu kami padukan karena program pokok tema kami sangat sesuai dengan keahlian dan pengalaman dua orang hebat tersebut.
Kami sebenarnya bisa mengisi training atau pelatihan tersebut. Namun, pertanyaan ibu-ibu terkadang sangat mendetail mengenai proses masak-memasak, sehingga membutuhkan orang yang ahli juga dalam masak-memasak. Dalam hal pemasaran, meskipun bisa menjelaskan, saya sendiri khawatir tidak bisa menjawab pertanyaan yang nantinya muncul. Butuh orang yang ahli dan berpengalaman, dan dua kawan kami itulah solusinya.
Adabeberapa pihak yang tidak hadir, tetapi mereka membantu kami, dan kami banyak mengucapkan terima kasih dan mengirimkan doa-doa kebaikan: para donatur, yaitu Ahmad Rizky M., Gebyar Lintang, Agus Haryanto, dll. Insya Allah buku-buku, iqra’, dan al-qur’an-nya tersalurkan dan bermanfaat dunia-akhirat.
Asyik ya punya banyak kawan!
Salam PPM!
Foto: Inna (merah, ndodok) melatih langsung pembuatan tepung pisang.
