Catatan 22 – Rencana Besar

Posted: August 22, 2011 in Uncategorized

Menyetel lagu nampaknya menjadi bagian dari acara kumpul-kumpul di ruang tamu depan. Kadang-kadang ada juga yang menyetel musik di kamar, terutama Yuri.

Selera musik kami kebanyakan sama. Yang jelas bukan band-band baru saat ini yang tidak jelas karakternya. Biasanya kalau ada lagu, ada yang ikut-ikutan nyanyi. Semuanya begitu.

Dari mencari-cari lagu di laptop itu saya jadi tahu kalau orang seperti Lido suka Justin Bieber atau Dhani yang punya lagu-lagu Suju alias Super Junior (idiiih, ngeri, ngeri).
Kalau Yuri bukan hanya lagu, dia biasanya menyetel pembacaan puisi-puisi dari Rendra (saya baru tahu ada latar suara musik-musiknya begitu) dan pidato-pidato Soekarno (Nasionalis abis!). Tapi Yuri juga sering menyanyi lagu Soleram, sampai Mamak hafal lho. “Soleram, soooleram. Soleram, anak yang manis. Anak manis jangan dicium, Sayang. Kalau dicium merahlah pipinyaaa.” Halaaah…

Lagu yang termasuk sering saya setel adalah lagu berjudul Rencana Besar dari Padi, dari album Tak Hanya Diam.

Bisakah kusinggah dihatimu, berharap sebentuk tempat yang tulus: sesuatu yang kupercaya ada tersimpan di sana
Terlalu lama aku harus terdiam, atau mungkin kutakpercaya sungguh: akan kesempatan dan kemungkinan yang terjadi nanti
Karena kuyakin ada pintu yang terbuka, diantara hatiku dan hatimuuu…

Bila firasat ini memang benar, memilikimu adalah maksud dari sebuah rencana besar merubah hidupku
Jikalau aku harus berhitung benar, akankah mungkin hanya bisa ada: bila kubisa memilikimu, bahagialah aku
Karena kuyakin ada pintu yang terbuka, diantara hatimu dan hatikuuu…

It’s been years since we’ve met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And I hope that we can make it to the end

Perkenankan kusinggah dihatimu, berharap sebentuk tempat yang tulus: sesuatu yang kupercaya ada tersimpan di sana…

Anda tahu seseorang menyukai sebuah lagu, terkadang karena sesuai dengan keadaan hatinya, atau keinginannya, atau cita-citanya. Saya juga. Lalu, apa rencana besar saya?

Kamu.

Foto: Berfoto bersama pemudi dusun di Kemuning. H-3 jam sebelum kepulangan. Saya duduk di tengah, di depan adik cantik bernama Rani, memakai kaca mata, jas almamater dan kaos KKN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s