Real Estate of Science
The 6th Carnival
Real Estate of Science
TAK DISANGKAL, sekolah kami adalah salah satu sekolah favorit seluruh Indonesia. Di tempat inilah pelita-pelita harapan bangsa bergejolak menuju cita, riuh tegap dalam setiap gerak langkah. Sekolah kami berdiri elegan dijaga enam buah cemara bernama buku Causarina junghuniara dan halaman depannya dihiasi taman indah dengan rumput manila yang tercukur rapi.Sekolah kami merupakan tempat bagi semua hal yang terbaik. Sekolah kami telah menjadi Centre of Cambridge, gelar pelambang mutu tinggi pendidikan yang diraih secara tidak sembarangan. Sekolah kami adalah real estate of science.
Sekolah ini memiliki lebih dari tiga puluh kelas yang tersebar di gedung induk, gedung sebelah barat gedung induk dan bagian belakang. Pada setiap kelas yang berada di dua gedung utama sekolah yang berseberangan dilengkapi dengan sebuah televisi flat screen 29”, ditambah slim DVD player. Sistem yang digunakan saat ini adalah moving class. Yang kurang lebih maknanya murid berpindah kelas dalam setiap mata pelajaran sesuai kelas yang telah ditentukan, semua jadwal sudah teratur sedemikian rupa.
Di dalam kelas-kelas yang banyak itu puluhan siswa brilian bersaing ketat dalam standart mutu yang sangat tinggi. Sampai-sampai mendapat nilai lima atau enam sudah merupakan pencapaian yang di atas rata-rata.
Brilian-briliant itu penuh dengan skeptisisme. Selesai mengerjakan tugas kepada guru mereka selalu merasa tidak puas, merasa bias berbuat lebih baik lagi. Bahkan ketika mendapat nilai sembilan koma sembilan sembilan mereka masih saja mengutuki diri, membuat siswa yang diberi hadiah bebek berenang semakin terpuruk.
Di dalam kelas terdapat speaker yang sekitar lima menit sebelum bel istirahat sering berbunyi : “Assalamu`alaykum warahmatullahi wabarakatuh, maaf kepada bapak ibu guru yang sedang mengajar…” Dan bapak ibu guru pun diam sejenak dan bersiap mengakhiri pelajarannya. Melalui speaker kecil di bagian belakang atas dekat dengan langit-langit itu pula diperdengarkan lagu-lagu masa kini. Bukan lagi Rayuan Pulau Kelapa melainkan lagu Pemuja Rahasia karya Sheila on 7. Bukan lagi lagu masa kecil Pelangi Pelangi melainkan master piece Slank, I Miss You but I Hate You. Lagu baratnya tak sekedar She Loves You, The Beatles, tapi beralih Sunday Morning dari Maroon 5. Lagu-lagu yang disuka siswa berjiwa muda pun berganti. Dari lagu khidmat yang sampai sekarang aku tak pernah hafal menjadi lagu-lagu dengan petikan-petikan akustik cantik macam Selamanya Cinta, D’Cinnamons. Tak ada lagu kampong Bebek Adus Kali dan diganti Aku, Kau dan Dia ciptaan Kangen Band. Untuk yang terakhir, kupersilahkan kau bertanya pada Ria, dia paham seluk-beluk lagu itu.
Setiap mata pelajaran memiliki guru yang berbeda. Bahkan agar guru mampu lebih focus dan mampu mencurahkan perhatian dengan baik ada satu mata pelajaran yang diajarkan oleh tiga orang guru berbeda. Maka dulu aku sempat bingung menghitung jumlah guru yang ada di sini sekaligus senang karena aku bias masuk di sekolah teladan ini. Guru-guru di sini cerdas. Bahkan ada guru fisika yang tak pernah membawa apapun kekelas kecuali bolpoint yang tertenteng di saku kirinya. Dengan lincah dan dalam waktu singkat saja papan tulis sudah penuh dengan berbagai konsep teorema-teorema dan rumusan fisika tingkat tinggi. Dan kami para murid terbengong-bengong dalam ketidaktahuan yang nyata.
Bahkan untuk guru fisika macam beliau, temanku punya rumus jika untuk memahami bahan yang diajarkan, “ Kalau kau ingin lebih paham, maka bolos dan belajarlah sendiri. Itu yang dapat aku simpulakan,Bro, Aku pernah melakukannya. Dan cara itu efektif sampai sejauh ini. “ Aku sendiri lebih suka melihat keluar jendela menikmati burung-burung kecil cantik yang melengak-lengok ke sana kemari di dahan pohon cemara. Konfigurasinya membuat hatiku lebih nyaman. Ada pula guru biologi bertampang kompeni yang tidak disukai temanku satu kelas, Anggit karena pernah mempermalukannya di depan majelis kelas. Guru fisika kami adalah tipe seorang pemimpin yang sangat agresif dan optimistik yang selalu memompa kami, untuk selalu kembali ke rumus bila terjebak dalam permainan soal. “Nah, cara pertama bagaimana?Rumus!!!” kata beliau berapi-api dan mimik tak ragu sedikitpun. Salah satu pembina organisasi dan sekaligus guru agama kami adalah seseorang yang lembut dalam mengajar tapi kalau sudah marah mengerikan bukan main. Yamin, temanku sekelas selama dua tahun, sampai phobi kalau namanya disebut karena dia pernah ada insiden dengan beliau. Sampai saat ini duduknya di kelas selalu di meja paling belakang, meja yang paling aman untuk berlari dari bayangan traumatis yang parah dan tak bisa disembuhkan.
Sekolah ini memiliki perpustakaan ber-AC yang cara peminjamannya berbasis komputer, dua buah kantin, guru BP, labolatorium, perlengkapan kesenian, ruang komputer, sarana olahraga, ruang tata usaha, UKS, dan kegiatan ekstrakulikuler organisasi dengan program-program yang sangat banyak lagi bermutu termasuk sebuah masjid yang diresmikan oleh Bapak Amin Rais sewaktu masih menjabat Ketua Majelis Perwakilan Rakyat yang dinamai persis seperti julukan sekolah ini dalam Bahasa Arab : Al Uswah.
Sekolah ini memiliki petugas-petugas kebersihan khusus dan para penjaga sekolah gagah yang bergantian menjaga menurut shift. Para penjaga sekolah ini berseragam khusus dan setiap pagi selalu mengatur lalu lintas di depan gerbang sekolah. Kegagahan mereka menarik hati para anak kecil yang baru mengenal cita-cita.
Gedung induk yang terlihat bergaya arsitektur Belanda menjunjung tinggi kesan gagah. Jendela-jendela kelasnya berkaca besar dan lebar. Lobinya memuat piala-piala kejuaraan eksak maupun non eksak dari para genius berprestasi di sekolah ini. Tak perlu berlembat-lembar daftar prestasi orang percaya bahwa sekolah kami adalah center of excellence. Tiap kali upacara bendera selalu saja ada piala atau penghargaan yang diraih dan dipublikasikan diikuti tepuk tangan ratusan peserta upacara. Nama-nama latin biologi tanaman atau tumbuhan menghiasi hampir seluruh batang pohon besar di sekolah kami: manikara kauki, fillicium sp, stelechocorpus burahol, barringtonia asiatica, carica papaya, artocharpus heterophyllus, terminalia catappa, melia azidarach,roystoner regia, annura squamora.
Bersebelahan dinding dengan kamar mandi putri terdapat kolam ikan dengan air yang bening dan ikan koi yang cantik rupa dan warnanya. Pohon kamboja plumeria rubra yang bercabang-cabang menarik siulan burung kenari milik penjaga sekolah, tak kalah indahnya. Seakan memberi kesan : hai, para siswa-siswa laki-laki maupun wanita, kalau kalian memang cerdas fotolah aku dan jadikanlah wallpaper di handphone atau komputer rumahmu. Dan kami menjawabnya dengan menjadikannya latar dalam desain kartu pelajar, dengan angel-angel yang cerdik pohon kamboja itu menjadi tampak memesona.
Murid SMA 1 umumnya malah anak-anak luar kota yang orang tuanya berharap tinggi agar anaknya mendapat ilmu yang mampu bersaing di era globalisasi. Mereka semua bersih-bersih, rapi, necis, gaul, dan pintar-pintar luar biasa. Yang kusam dan tampak mengonsumsidi bawah 2100 kalori perhari bisa dihitung dengan jari. Murid-murid sekolah ini selalu mengharumkan nama Teladan dalam lomba-lomba kecerdasan berbagai level, bahkan sampai tingkat internasional. Mendengar nama Teladan saja lawan-lawanyang tak kuat mental dalam lomba sudah bergidik dan minta izin ke toilet karena kebelet pipis, efek kegugupan. Sekolahku sering dikunjungi sekolah lain untuk melakukan semacam benchmarking, melihat bagaimana seharusnya ilmu pengetahuan di transfer dan dididik secara ilmiah demi memenangi pertempuran hidup yang sesungguhnya seusai lulus.
Sekolah ini diminati beribu-ribu siswa sekolah menengah pertama dari kota hingga ke pelosok jauh pesisir Yogyakarta. Maka pendaftaran ahri pertama adalah sebuah perayaan penuh sukacita. Bersekolah di SMA Teladan adalah sebuah kehormatan untuk berpendidikan standar tinggi, hingga tak seorang pun yang berhak sekolah di situ kecuali memiliki kemampuan yang cemerlang. Kalau berbicara tentang masa depan, guru-guru tampak sumringah dan optimis menceritakan murid-muridnya yang telah menjadi dokter, diplomat, insinyur, pengusaha, pejabat DPR, ahli ekonomi, dan -semoga aku- menjadi duta besar. Ketika mendaftar murid-murid brilliant itu langsung diberi penjelasan tentang ukuran seragam harian dan pakaian olahraga. Ukuran seragam sangat teliti sampai mili-mili meter. Penjahit yang pesimis akan langsung berkelit dengan seribu alasan karena tak mau berkali-kali membetulkan.
Lambang sekolah ini memperlihatkan kekokohan visi., terwujudnya sekolah yang mampu menghasilkan keluaran yang berakar budaya bangsa, berwawasan kebangsaan dan bercakrawala global. Tugu berwarna putih artinya ciri khas budaya Yogyakarta yang berwibawa dan bersejarah sebagai saksi kehidupan bangsa. Sedangkan simbar pada puncak tugu melambangkan dinamika pencapaian cita-cita yang tak pernah lekang ditelan zaman. Cakra berwarna kuning keemasan artinya mengarah kepad eksak dan geometrik dengan trisula yang merupakan senjata pamungkas. Cakra ini memiliki arti filosofi agar setiap siswa dan segenap guru karyawan bertindak tegas dan tuntas namun tetap bijaksana dan tidak emosional dalam pencapaian harapan dan kebahagiaan. Padma merah berarti sosialisasi dalam kehidupamn masyarakat melalui semangat kerjasama yang dinamis. Teladan berwarna kuning artinya pondasi yang bertanggung jawab atas keberhasilan ketiga lambang di atasnya. Dan harapn semoga dapat menjadi teladan yang membentuk satu kesatuan dan tergambar.
Sungguh suatu lambang bermakna cerdas. Bahkan lambang ini seharusnya mampu menyaingi Dasa Dharma Pramuka atau bahkan Burung Garuda Pancasila.
Kegiatan ekstrakulikuler yang begitu banyak tentu akan kacau bila tak ada pengaturnya. OSIS adalah wadah induknya. Anggaran ekstrakulikuler tiap masa jabatan berkisar ratusan juta rupiah sie-sie ekstrakulikuler besar diberi ruangan tersendiri dengan nama-nama yang unik : Habitat TSC, Roeang THA, Planet SIGMA, Markas TJRC, Studio NP. Sie-sie tersebut disebut sie otonom yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri. OSIS kami bisa jadi organisasi tersibuk di dunia. Semboyan tak ada hari tanpa rapat benar-benar menemukan tempatnya. Saking banyaknya program dalam suatu acara studi banding, tak jarang para pembanding dari sekolah lain geleng-geleng kepala atau bahkan berkali-kali tertunduk karena heran dan bosan mendengarkan presentasi program OSIS. Sekolah-sekolah itu langsung menciutkan kepala besarnya begitu melihat daftar program-program melalui layar Liquid Crystal Display di ruang multimedia. Apalagi ketika mereka mengamati bahwa program-program kebanyakan itu kebanyakan memakai singkatan, kepala mereka pening bukan main untuk sekadar bertanya apa kepanjangannya. Kebanyakan hanya manggut-manggut menurut. Pernah ada seorang ibu mencari anaknya kesekolah, entah sudah berapa hari anak itu tak pulang. Ibu itu berkata “Mas, saya mau cari anak saya, katanya ikut TT, TUC, GVT, HUT,PTB, atau apanya itu… namanya…” ah, ibu itu tersesat dalam sesuatu yang tak pasti. Siswa yang tak pernah mengenyam atau belum pernah menjadi panitia bisa dihitung dengan hanya jari tangan kanan. Banyak para aktivis yang mendapat masalah akibat seringnya pulang terlalu sore karena kesibukan orgaisasi. Namun, sisi positifnya disinilah university of life kami. Disinilah aku melangkah kecil menuju titik hidup selanjutnya yang selalu meberiku pelajaran berharga. Sekolah teladan dan segala yang ada di dalamnya telah membantu membentuk karakterku. Di sinilah aku diajari optimisme dan ditunjukan bahwa jalinan nasib dapat menjadi begitu menakjubkan. Orang-orang hebat kawan satu organisasi telah mengajariku arti integritas dan makna loyalitas yang sungguh mulia, yaitu mengemban amanah.
Kepala sekolah kami adalah seorang haji berpendidikan tinggi berwajah lembut , bertinggi badan seperti orang-orang barat, Bapak Bashori Muhammad namanya. Wibawanya menakjubkan, siapapun murid akan segan dan tegang bila berhadapan dengan beliau. Bapak Bashori dibantu empat wakil kepala sekolah. Namun yang paling berkesan di hati dan kehidupan kami adalah seorang bapak berwajah sangar gagah mirip seorang jenderal besar yang sering kulihat di film Box Office Hollywood. Anak kecil yang tak kuat mental bisa-bisa langsung terkena sawan dan menangis tak henti-henti.
Namun aku tahu, dalam hatinya ada mata air kasih sayang yang tak bertepi untuk semua anak didiknya, bapak itu sering kupanggil Pak Singgih. Dan aku -mungkin juga teman-temanku amat bersyukur bisa bertemu dengan orang sehebat beliau di masa titik balik episode hidupku.